PALEMBANG – Perjuangan Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya (AMPCB) mendesak Wali Kota Palembang agar serius menyelamatkan cagar budaya. Terutama bangunan peninggalan belanda yang disebut Balai Pertemuan, akhirnya berhasil.
Soalnya, Wali Kota Palembang H Harnojoyo menyetujui jika Balai Pertemuan yang sejatinya masuk dalam kawasan Cagar Budaya itu sebagai Gedung Kesenian Palembang.
Sebelumnya AMPCB memperjuangkan penetapan Palembang Kondisi Darurat Cagar Budaya. Karena terdapat beberapa bangunan bersejarah yang rusak akibat tangan tak bertanggungjawab. Mulai dari Gedung Balai Pertemuan hingga Makam Pangeran Kramajaya.
Persetujuan Harnojoyo itu terungkap dalam pertemuan dengan AMPCB, Selasa 7 Maret 2023, di Ruang Kerja Wali Kota Palembang.
BACA JUGA: Polemik Darurat Cagar Budaya, Sekda Janji Temukan AMPCB dengan Wali Kota Palembang
Hadir Koordinator AMPCB Vebri Al Lintani bersama Qusoi, Ali Goik, Kemas Ari Panji, Heri Mastari, Hardi Bubut, Ismail Gondrong, Avir, Wahyudi. Lalu, Kemas Ahmad Idham Murni, M Nasir, Mang Dayat, dan Dudy Oskandar.
Sedangkan mendampingi Wali Kota Palembang, Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Agus Rizal dan Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemberdayaan Sosial dan Masyarakat Zanariah, dan Perwakilan Dinas Pariwisata Kota Palembang.
Jaga Cagar Budaya
Dalam kesempatan itu, Harnojoyo mengatakan apa yang pihak AMPCB ungkapkan sangat benar. Karena siapa lagi yang akan menjaga Cagar Budaya di Palembang, selain warganya sendiri.
BACA JUGA: SMB IV Minta Pemkot Palembang Buka Ruang Diskusi Soal Penyelamatan Cagar Budaya
Harnojoyo lalu menyetujui Balai Pertemuan menjadi Gedung Kesenian Palembang. Oleh karena itu dia minta kepada Dinas Kebudayaan Kota Palembang untuk koordinasi dengan AMPCB, guna pengajuan kepada BPKAD Palembang.
Terkait hal itu, Koordinator AMPCB Vebri Al Lintani, mengaku sangat senang. Pasalnya usaha dan perjuangan para seniman Palembang selama hampir 30 tahun untuk mendapatkan Gedung Kesenian, akhirnya bisa berhasil.
Vebri mengaku, hal tersebut menjadi kado bagi penggiat seni dan masyarakat kebudayaan Kota Palembang.
Sebelumnya, Vebri menyarakan Balai Pertemuan bisa menjadi Gedung Kesenian Palembang, ketimbang untuk Baznas.
BACA JUGA: Tim Ahli Minta Perbaikan Balai Pertemuan Sesuai UU Cagar Budaya













