Sebagian warga khawatir pembangunan sekat kanal bakal mengganggu angkutan hasil panen atau membuat lahan terlalu becek.
Menanggapi hal ini, Wamen LH meminta para Kepala Desa dan DLH kabupaten/kota pasang badan!
Kades dan DLH harus mengedukasi masyarakat secara masif agar sadar bahwa sekat kanal merupakan “perisai penyelamat” lingkungan.
Gebrakan APHI: Siagakan 9 Pompa Sentrifugal Raksasa di Sungai Mesuji!
BACA JUGA : Lahan Tambang Batubara di Tanjung Enim Terbakar, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Muara Enim
BACA JUGA : Cara Mudah Membuat Kebun Vertikal dari Botol Plastik Bekas, Solusi Tepat Lahan Sempit!
Pengusaha langsung menyambut sinyal tegas Wamen LH dengan respons spektakuler!
Ketua Umum APHI, Soewarso bersama Ketua Komda APHI Sumsel Iwan Setiawan menyatakan kesiapan penuh.
Bahkan, APHI telah mengoperasikan 9 pompa sentrifugal raksasa di Sungai Mesuji untuk memompa air secara masif ke jantung lahan gambut.
“Pembasahan lahan ini terbukti super efektif menjaga gambut tetap basah di musim kemarau!” tegas Soewarso.
BACA JUGA : Roadmap PTPN VII dalam Program Transformasi Bisnis Holding Perkebunan Nusantara
BACA JUGA : Ditemukan di Tengah Kebun Singkong! Megalitik Langka Berusia Ribuan Tahun Muncul di Merapi Selatan Lahat
Master Plan Pengelolaan Air dan Kelola Kendala Lebak Lebung!
Tak mau kalah, Ketua GAPKI Sumsel Alex Sugiarto menegaskan bahwa pengusaha sawit sudah bergerak cepat membangun sekat kanal di lahan gambut dan rawa.
GAPKI juga siap menyusun rancangan induk pengelolaan air bersama Pemkab.
