WoDEF 2025: Eksploitasi Hewan Akuatik dan Krisis Lingkungan yang Terabaikan

Hari ini, dunia memperingati World Day for the End of Fishing and Fish Farming atau WoDEF.

Dengan sebagian besar sisanya juga terkait industri perikanan.

Setiap tahun, sekitar 600.000–800.000 ton jaring yang hilang atau ditinggalkan mencemari lautan.

Sementara plastiknya butuh hingga 600 tahun untuk terurai, dan terus melepaskan mikroplastik.

Akibatnya, lebih dari 100.000 paus, lumba-lumba, anjing laut, dan penyu mati terjerat dalam alat tangkap yang terbengkalai.

BACA JUGA: FIFGROUP Peduli Berbagi Takjil, Tebarkan Kebaikan dalam di Bulan Suci Ramadan

BACA JUGA: Kanwil Bea Cukai Aceh Perkuat Komitmen Pengarusutamaan Gender di Lingkungan Kerja

Di sisi lain, budidaya ikan menghasilkan limbah dalam jumlah besar yang mencemari perairan, termasuk kotoran ikan, sisa pakan, dan bahan kimia beracun seperti antibiotik dan pestisida.

Tambak udang dan ikan sering kali mengakibatkan kerusakan hutan bakau, yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami dan habitat penting bagi keanekaragaman hayati pesisir.

WoDEF 2025: Saatnya Bertindak

Untuk memperingati WoDEF tahun ini, 190 organisasi di seluruh dunia mengadakan berbagai aksi untuk mengungkap dampak industri perikanan dan budidaya ikan.

BACA JUGA: 

BACA JUGA: