TUJUANSATU.COM – Sebanyak 168 calon Pegawai Bank Indonesia (BI) mengikuti latihan bela negara di Badiklat Kemenhan.
Latihan bela negara di Badiklat Kemenhan ini sebagai upaya mengikutsertakan warga negara dalam upaya pertahanan negara.
Hal ini sebagai implementasi dari pasal 30 ayat 2 UUD 1945 sehingga sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta atau Sishankamrata akan terwujud dengan kekuatan militansi rakyat.
Peserta latihan bela negara ini merupakan Calon Pegawai Asisten Manajemen Angkatan 38 Bank Indonesia Tahun 2024.
BACA JUGA:Ini Rahasia Maybank Indonesia Raih Laba Rp750 Miliar Pada Kuartal Pertama 2023
Pelatihan Bela Negara bagi calon pegawai BI ini juga sejalan dengan UU Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara.
Dalam kesempatan itu, Kapusdiklat Bela Negara Badiklat Kemhan Brigjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, SE membuka langsung pendidikan kader bela negara.
Terlihat juga Kepala Grup Operasional Pembelajaran BI Kristin Endah.C. perwakilan pejabat dari Pusdiklat Bahasa Kemhan.
Selanjutnya Pusdiklat Manajemen Kemhan dan Pusdiklat Tekfunghan Kemhan beserta jajaran Widyaiswara dan Pelatih/Pembina serta pendukung kegiatan PKBN.
BACA JUGA:RUPST Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp 24,7 Triliun
Brigjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, SE menjelaskan, esensi ancaman yang senantiasa harus diberikan perhatian lebih dalam total defence system adalah potensi adanya disideologi, disintegrasi dan potensi menurunnya militansi rakyat.
“Dalam sishankamrata kekuatan militansi rakyat adalah modal dasar, sehingga harus senantiasa ditumbuhkan, dipelihara dan diperkuat untuk memperkokoh national commitment,” jelasnya.
Lebih jauh kata Jenderal Bintang Satu ini, kegiatan pendidikan bela negara merupakan salah satu strategi dan solusi jangka panjang.
Tujuannya untuk menguatkan sikap mental warga negara untuk menjaga keutuhan, kedaulatan dan keselamatan bangsa.
Pembinaan kesadaran bela negara menjadi keniscayaan yang harus terus lakukan dalam rangka menghadapi turbulensi kebangsaan.
