PRANCIS, TUJUANSATU.COM – 5 Warisan Dokumenter Indonesia masuk dalam Register Internasional Memory of The World (MoW) UNESCO.
Hal tersebut terlaksana pada Sidang Dewan Eksekutif UNESCO ke-221 yang tengah berlangsung pada 2 hingga 17 April 2025 di Paris, Perancis.
Dilansir dari laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, 5 Warisan Dokumenter Indonesia tersebut yaitu:
1. Arsip Tarian Khas Mangkunegaran periode 1861-1944;
BACA JUGA: Kemitraan Strategis Indonesia dan Mesir, Tonggak Penting Hubungan Bilateral Kedua Negara
BACA JUGA: Paviliun Indonesia pada FHA 2025 di Singapura Bukukan Kontrak Ekspor USD 32,2 Juta
2. Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesia;
3. Karya-karya Hamzah Fansuri yang diajukan bersama (joint nomination) oleh Indonesia dan Malaysia;
4, Surat-surat dan arsip Kartini yang diajukan bersama (joint nomination) oleh Indonesia dan Belanda;
5, Arsip Lahirnya ASEAN periode 1967- 1976 yang diajukan bersama (joint nomination) oleh Indonesia bersama Malaysia, Singapura, dan Thailand.
BACA JUGA: Bantuan Kemanusiaan Rakyat Indonesia untuk Korban Gempa Myanmar Diserahkan, Nilainya USD 1,3 Juta
Pada Jumat, 11 April 2025, Dewan Eksekutif UNESCO menetapkan secara resmi 74 nominasi Register MoW periode 2024 – 2025 yang diusulkan oleh International Advisory Committee (IAC) MoW UNESCO.
Penetapan dilakukan secara konsensus dari total 122 nominasi yang diajukan oleh negara-negara anggota UNESCO.









