NAIROBI, TUJUANSATU.COM – Huawei, UNESCO, dan mitra-mitra pemerintah resmi menuntaskan Program Kenya DigiSchool Fase II.
Program ini menghubungkan 21 sekolah dengan jaringan Internet, termasuk 6 sekolah untuk anak berkebutuhan khusus.
Sejalan dengan Digital Superhighway Agenda pemerintah Kenya, serta komitmen untuk menghubungkan seluruh sekolah di Kenya dengan jaringan Internet.
Program ini melibatkan kerja sama antara Kementerian Pendidikan Kenya, Kementerian TIK dan Ekonomi Digital Kenya, Kenya Power (KPLC), UNESCO, dan Huawei TECH4ALL.
BACA JUGA :Vantage Markets Gondol 4 Penghargaan Bergengsi di Ajang International Business Magazine Awards 2025
BACA JUGA :Paket Wisata dan Budaya Indonesia Menarik Minat Pengunjung Holiday World di Ceko
DigiSchool Fase II di Machakos Primary School for the Deaf
Acara pengumuman ini, berlangsung di Machakos Primary School for the Deaf pada 14 Maret lalu, di buka oleh Eng. John Tanui CBS, Menteri TIK dan Ekonomi Digital Kenya.
Sekolah ini merupakan salah satu sekolah untuk anak-anak tunarungu yang terhubung dengan jaringan pita lebar optik berkecepatan tinggi di Kenya dalam program DigiSchool Fase II.
“Kami ingin Machakos Primary School for the Deaf tersambung dengan jaringan Internet optik nasional sehingga para siswa dapat belajar dengan lebih baik, serta meningkatkan prestasi belajar,” ujar Eng. John Tanui CBS dalam sambutannya.
BACA JUGA : Kejahatan Smishing Marak, BRI Imbau Nasabah Waspada
BACA JUGA :Dukung Kesehatan Masyarakat, FIFGROUP Resmikan Kampung Sehat Kedua di Jakarta Selatan







