Program Konektivitas Internet DigiSchool di Kenya Dukung Proses Belajar Daring Siswa Tunarungu

Huawei, UNESCO, dan mitra-mitra pemerintah resmi menuntaskan Program Kenya DigiSchool Fase II.

Berkat solusi ini sambung Stephen, konektivitas Internet meningkatkan efisiensi pengelolaan pendidikan.

Solusi ini juga membantu para guru mengakses sistem manajemen secara daring.

Lebih lagi, solusi ini memperluas akses bahan belajar secara daring–baik dalam format video, kurikulum, atau pakar pendidikan.

Setelah konektivitas Internet tersedia di ruang-ruang kelas, proses belajar menjadi semakin menarik, menyenangkan, dan efektif.

BACA JUGA :QLola by BRI Cetak Volume Transaksi Rp8.400 Triliun

BACA JUGA :Mengenal Sabang sebagai Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas

“Di sekolah-sekolah untuk anak berkebutuhan khusus, konektivitas Internet membantu para pakar melakukan asesmen dan rehabilitasi dari jarak jauh,” tutur Stephen Zhang.

Di acara tersebut, para peserta juga mengamati anak-anak yang menggunakan Internet di ruang kelas, serta manfaat dari layanan panggilan video daring antara para siswa dan pakar KISE.

Louise Haxthausen, Director UNESCO Regional Office Afrika Timur mengemukakan, pihaknya siap melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Kenya, Huawei, dan seluruh pemangku kepentingan lain.

Kerjasama untuk menjaga inklusi dan kesetaraan pendidikan, serta memperluas kesempatan belajar jangka panjang bagi semua orang.

BACA JUGA :FBS Raih 3 FXDailyInfo Awards Bergengsi pada 2025, ini Kunci Rahasianya!

BACA JUGA :Ini Tempat Ngabuburit dan Bukber Favorit Selama Ramadan di Kelapa Gading

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *