SMB IV Minta Pemkot Palembang Buka Ruang Diskusi Soal Penyelamatan Cagar Budaya  

PALEMBANG – SMB IV Minta Pemkot Buka Ruang Diskusi Soal Penyelamatan Cagar Budaya. Itu dia sampaikan, dalam Focus Group Discussion (FGD) Terpumpun dengan tema “Merawat Cagar Budaya Mengelola Peradaban di Kota Tertua”,  di Hotel Ayolah, Senin 6 Maret 2023.

Dalam diskusi gelaran Forum Pemuda Palembang Madani (FPPM) itu, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn mengatakan, merawat cagar budaya bukan tugas Pemkot Palembang saja, tapi seluruh masyarakat Palembang.

“Tapi disini peran pemerintah kita perlukan sebagai pemicu dan sebagai inisiator, sedangkan cagar budaya adalah tugas bersama untuk menjaga dan melindunginya,” jelas SMB IV.

Menurut SMB IV, Kota Palembang bukan hanya miliki suku Palembang, saja  tapi juga ada suku lain. Juga cagar budaya tak hanya dari Kesultanan Palembang Darussalam, tapi juga ada dari zaman Kolonial Belanda dan Jepang, seperti Gua Jepang hingga Balai Pertemuan yang harus semua pihak jaga.

BACA JUGA: Milad ke -357, Kesultanan Palembang Darussalam Dapat Kado Istimewa

SMB IV menekankan, pihaknya ingin melestarikan cagar budaya. Tapi bagaimana hal itu bisa bersama-sama mereka lakukan, huja pemerintah tidak mengajak komponen yang ada.

Lestarikan Cagar Budaya

“Kamu bukan bagian dari Pemerintah, tapi kami ingin membantu Pemerintah melestarikan dan merawat cagar budaya ,” katanya seraya berharap Pemkot Palembang memberi ruang bagi masyarakat berdiskusi terkait pelestarian cagar budaya.

Sedangkan Ketua Dewan Pembina FPPM, Charma Afrianto SE mengatakan, beberapa tempat yang kita anggap sebagai objek cagar budaya di Palembang terbengkalai. Jadi terkesan, kata dia, tidak ada keseriusan dari pihak Pemkot untuk merawat.

BACA JUGA: Ziarah Malam ke Makam Pendiri Kesultanan Palembang Darussalam

“Jika kita merawat cagar budaya, sama saja kita menjaga peradaban bangsa. Kalau peradaban bangsa saja tidak kita jaga, artinya sebagai masyarakat Kota Palembang ini sama saja dengan masyarakat yang tidak beradab. Kita tidak menghargai leluhur kita yang sudah berjuang,” tegasnya.

Sementara Peneliti dari BRINT Sumsel, Dr Wahyu Rizky Andhifani SS MM mengatakan, di Kota Palembang ada 463  cagar budaya yang sudah terverifikasi nasional. Yang lolos verifikasi 220, tetapi yang telah penetapan ada 6 cagar budaya.

“Siapa yang tidak peduli dan siapa yang tidak mempedulikan,  saya masih menerka-menerka. Terakhir ada tiga situs di Komplek Pemakaman Geding Suro, Komplek Pemakaman Kawah Tekurep dan Prasasti Boom Baru, “ katanya. Untuk Komplek Pemakaman Pangeran Kramajaya, lanjutnya, akan pihaknya angkat menjadi Komplek Pemakaman, bukan hanya makam Pangeran Kramajaya.

Pangeran Kramajaya

BACA JUGA: Tim Ahli Minta Perbaikan Balai Pertemuan Sesuai UU Cagar Budaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *