Diperlukannya biaya investasi yang besar untuk meningkatkan infrastruktur air bersih menjadi tantangan dalam pengadaan akses air bersih secara merata.
Sampai dengan tahun 2023, penyediaan air bersih di Indonesia masih menghadapi tantangan signifikan terkait kapasitas produksi dan distribusi.
Data menunjukkan bahwa cakupan layanan air minum yang layak baru mencapai 44,95% dari total rumah tangga, meningkat hanya 0,01% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Hal ini menyebabkan sebagian besar masyarakat tetap bergantung pada air minum dalam kemasan atau air minum isi ulang sebagai solusi yang tersedia.
BACA JUGA: Vantage Markets Gondol 4 Penghargaan Bergengsi di Ajang International Business Magazine Awards 2025
Masyarakat mendambakan akses terhadap air minum yang tidak hanya aman dan sehat untuk dikonsumsi, tetapi juga terjangkau bagi semua lapisan ekonomi.
Yantje Wongso, Pendiri dan Direktur Utama PT Biru Semesta Abadi menyampaikan, momentum Hari Air Sedunia ini harus menjadi komitmen nyata bagi semua pemangku kepentingan.
Mulai pemerintah, perusahaan penyedia air minum, sektor swasta, hingga masyarakat, perlu berkolaborasi dan saling mendukung dalam upaya untuk memastikan setiap warga mendapatkan akses terhadap air minum yang aman, sehat, dan terjangkau.
Pelayanan air minum yang berkualitas bukan hanya tentang ketersediaan, tetapi juga meliputi kualitas air minum yang harus memenuhi standar kesehatan yang ada.
BACA JUGA: Paket Wisata dan Budaya Indonesia Menarik Minat Pengunjung Holiday World di Ceko
BACA JUGA: Kejahatan Smishing Marak, BRI Imbau Nasabah Waspada







