Alterno Raih Pendanaan Seri A untuk Memperluas Skala Teknologi Panas Berkelanjutan

Demi Mewujudkan Masa Depan Nol Emisi

Antara lain berupa pasir, untuk menyimpan panas hingga 600°C dengan meminimalkan panas yang terbuang (thermal loss) dan nol emisi selama sistem tersebut bekerja.

Meski kapasitas panas yang tersimpan tidak begitu besar (~300 kcal/m³•°C), namun pasir memiliki stabilitas termal yang luar biasa.

Karena harganya sangat murah, pasir menjadi salah satu material yang paling praktis dan mudah ditingkatkan skalanya untuk menyimpan panas bersuhu tinggi.

Dalam riset komparatif yang membandingkan material penyimpan panas, pasir memadukan kinerja dan keterjangkauan harga.

BACA JUGA: Hyundai Inisiasi Pembaruan Software ICCU IONIQ 5, IONIQ 6 dan Genesis G80 EV

BACA JUGA:Qubika Boutique Hotel Nusantara, Hadirkan Inovasi dan Peluang di Jantung IKN

Sehingga mengungguli opsi-opsi material lain, seperti tembaga, aluminium, atau baja, terutama dari sisi efektivitas biaya per unit energi tersimpan.

Solusi Alternō pun menjadi pilihan yang sangat efisien dan berbiaya murah untuk mewujudkan dekarbonisasi industri, khususnya di pasar-pasar berkembang.

Solusi alternatif clean heat masih jarang ditemui di pasar-pasar berkembang, atau belum layak dari sisi ekonomi (economically unfeasible).

Teknologi Alternō telah terbukti efektif saat diterapkan untuk proses pengeringan di industri dan pengolahan komoditas pertanian di Vietnam.

BACA JUGA: TMU Dukung Program Konservasi dan Edukasi Lingkungan Sejak Usia Dini

BACA JUGA:Talenta Wirausaha BSI Raih Predikat Best Sustainability in Finance and Skills Recognition for MSMEs

Setelah memakai teknologi Alternō, klien dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menghemat biaya energi, serta meningkatkan konsistensi dan kualitas produk.

Klien-klien Alternō mencakup sejumlah perusahaan dalam dan luar negeri, seperti PepsiCo, Mondelez, serta jaringan koperasi dan pelaku manufaktur di Vietnam.