Produk Indonesia Warnai Pameran Furniture Terbesar di Vietnam

Pameran Furniture Terbesar di Vietnam, 16th Vietnam International Furniture & Home Accessories Fair (VIFA Expo) 2025

VIETNAM, TUJUANSATU.COM – Produk Indonesia warnai Pameran Furniture Terbesar di Vietnam, 16th Vietnam International Furniture & Home Accessories Fair (VIFA Expo) 2025.

Produk dari perusaahaan furniture Indonesia, ikut serta dalam pameran yang berlangsung di di Ho Chi Minh City, 5 hingga 8 Maret 2025.

Demikian dilansir dari laman Website Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI.

Partisipasi perusahaan Indonesia secara rutin pada VIFA Expo, menunjukkan besarnya peluang kerja sama di sektor furniture yang dapat dilakukan dengan Viet Nam.

BACA JUGA: DreamSmart Luncurkan Produk Baru di Filipina, Jajal Pasar Asia Tenggara

BACA JUGA: Segera Dibuka 7 Maret 2025! ISLE 2025 Tampilkan Inovasi Global dan Sentra Produksi Layar LED

Tahun ini tercatat 5 perusahaan Indonesia yang berpartisipasi dalam VIFA Expo, yaitu: PT Sinar Continental (merk: Regency), PT Gatra Mapan (merk: Melody), PT Furniplus Asia (merk: Memory), PT Ocean Centra Furnindo dan PT Ateja Tritunggal.

Keunggulan produk furniture Indonesia terletak pada kualitas dan desainnya yang diakui bernilai tinggi oleh para buyers Vietnam dan internasional.

Oleh karenanya produk furniture dan material furniture Indonesia memiliki peluang besar bersaing di targeted market Vietnam.

Kehadiran international buyers dari berbagai negara, juga menjadi peluang bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk memperkenalkan kualitas produknya di pameran VIFA tahun ini.

BACA JUGA: ACE Indonesia Meriahkan HUT ke-497 Jakarta dengan Produk dan Penawaran Terbaik di Jakarta Fair Kemayoran 2024

BACA JUGA: JAECOO Memukau di Debut IIMS 2025, Raih Dua Penghargaan Bergengsi

Produk Indonesia yang dipamerkan pada VIFA Expo 2025 adalah furniture yang terbuat dari panel wood (engineered wood) untuk indoor furniture, sofa dan matras, serta bahan kain untuk keperluan indoor and outdoor furniture, sunscreen, serta isi matras.

Peserta Indonesia sampaikan bahwa Vietnam menjadi target pasar, dikarenakan posisinnya menjadi hub untuk ekspor dan impor furniture dunia.