Arus Balik Lebaran, 5 Ruas Tol Trans Sumatera Masih Gratis!

Dukung Kelancaran Arus Balik Lebaran, Hutama Karya Masih Gratiskan 5 Ruas Toll Trans Sumatera

Sedangkan kendaraan berat seperti truk, bus, dan kendaraan non-Golongan I belum diperbolehkan melintas,” imbuh Adjib.

Ruas fungsional JTTS, lanjut Adjib, mendapat respons positif dari pengguna jalan sejak dibuka selama arus mudik Lebaran (24-31 Maret 2025), dengan total trafik mencapai 63.619 kendaraan.

BACA JUGA: Volume Lalu Lintas Meningkat, 98.429 Kendaraan Lintasi Jalan Tol Trans Sumatera

BACA JUGA: Tol Terpeka Tertinggi Trafik Arus Mudik di JTTS, 17.435 Kendaraan Melintas

Diantara ketiga ruas fungsional yang beroperasi, ruas Padang – Sicincin tercatat sebagai yang paling diminati, dilalui oleh 33.794 kendaraan.

Dari sisi waktu, trafik tertinggi terjadi pada H-3 Lebaran (28 Maret 2025), dengan total 9.783 kendaraan dan pada Hari H Lebaran (31 Maret 2025) dengan total 9.997 kendaraan.

Adjib juga menyampaikan bahwa selain pengoperasian ruas tol fungsional, Hutama Karya juga masih memberikan potongan tarif tol sebesar 20 persen pada ruas-ruas utama JTTS selama periode arus balik Lebaran 2025.

Potongan tarif tol ini berlaku untuk semua golongan kendaraan dengan perjalanan jarak terjauh dan diberlakukan dalam dua periode, yaitu pada 3 April 2025 pukul 07.00 WIB hingga 5 April 2025 pukul 07.00 WIB serta 8 April 2025 pukul 07.00 WIB hingga 10 April 2025 pukul 07.00 WIB.

BACA JUGA: Senin Ini Tol Palembang ke Jambi Dibuka Satu Arah, Selama Mudik Lebaran

BACA JUGA: Diskon 20 Persen Tarif Tol Trans Sumatera, Hutama Karya Sambut Lebaran 2025

Potongan tarif ini berlaku pada Ruas Tol Terbanggi Besar – Kayu Agung (Terpeka), Ruas Tol Indralaya – Prabumulih (Indraprabu), Ruas Tol Pekanbaru – Dumai (Permai), Ruas Tol Indrapura – Kisaran (Inkis), dan Ruas Tol Kuala Tanjung – Tebing Tinggi – Parapat (Kutepat).

“Pemberlakuan kebijakan potongan tarif ditambah dengan Work From Anywhere (WFA) terbukti efektif dalam mengurai kemacetan dan menyebarkan volume kendaraan secara merata.

Dapat dilihat dari peningkatan signifikan pada periode tersebut, serta perubahan tren perjalanan mudik yang lebih tersebar sehingga arus kendaraan lebih terdistribusi dan tidak terlalu menumpuk pada periode H-10 hingga H-1,” tutup Adjib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *