“Sehingga masyarakat dapat membuat keputusan keuangan yang lebih bijak dan mencapai tujuan finansial mereka,” tegasnya.
Paparan Bank Saqu
Dalam paparannya, Chief Digital Business Officer Bank Saqu, Angela Lew Dermawan menjelaskan, Bank Saqu menyadari fenomena masyarakat Indonesia yang kesulitan untuk menabung.
Namun imbuh Angela, mereka tetap mengeluarkan uang.
BACA JUGA: Ga Kaleng-Kaleng! 3 Fitur Canggih Lengkapi Jetty Anyar Persembahan PT Titan Infra Energy untuk PTBA
Hal ini pun disebut fenomena dissaving.
Dissaving merupakan sebuah kondisi saat individu membelanjakan uang melebihi pendapatan sehingga terpaksa menggunakan tabungannya atau berhutang.
“Dalam kesempatan ini, Bank Saqu ingin mengajak orang untuk dapat mengelola keuangan dengan baik,” tutur Angela.
Angela mengajak masyarakat untuk mengembalikan kebiasaan menabung menjadi lebih menyenangkan lewat fitur menabung otomatis.
BACA JUGA: Daily Economic Review: Utang Luar Negeri Indonesia Tetap Terjaga
Perlu di ingat imbuh dia, mengalokasikan sebagian penghasilan untuk tabungan memiliki berbagai manfaat.
Tidak hanya mengatur keuangan dengan lebih bijak, dengan menabung, seseorang juga dapat melatih disiplin dan hemat.







