“Cari lingkungan yang baik, perkuat tujuan, dan teruslah bermanfaat. Jadi santri harus menjadi tekad dan kebanggaan,” pesan Muh. Shirli Gumilang pada materi shifting paradigm.
Ia membekali santri dengan seperangkat kerangka berfikir, agar santri siap menapaki dunia pasca eTahfizh.
Pada sesi kealumnia, santri mendapatkan sharing program-program alumni dari Masykur Huda, officer bagian kelaumnian GREAT Edunesia.
Di sesi terakhir, Usamah Imam K.A.K, alumni eTahfizh angkatan I yang saat ini kuliah di UIN Walisongo Semarang didapuk membawakan materi tentang campus survival.
BACA JUGA: Petro Muba Siap-siap Garap Pabrik Minyak Goreng
BACA JUGA: Pj Bupati Apresiasi Muhammadiyah Dukung Program Pemkab Muba













