Kunjungan mempertegas komitmen dan dukungan Indonesia terhadap bangsa Palestina.
Pada kesempatan tersebut, Indonesia juga menunjukkan inisiatif strategis dan konkret terhadap Palestina.
BACA JUGA: Sekolah Guru Literat Gelar KOMED Camp, Ini Tujuannya
BACA JUGA: Digitalisasi Pelayanan Jalan Tol, HKA Kembangkan 2 Aplikasi
Antara lain program bantuan kemanusiaan dan pembangunan kapasitas, termasuk dengan pemberian beasiswa bagi pelajar Palestina.
Di samping itu, dikemukakan pula berbagai peran masyarakat sipil Indonesia dalam mengadvokasi isu Palestina di forum internasional dan kampanye global mendukung hak-hak rakyat Palestina dan mendorong pemerintah negara-negara lain untuk mengambil sikap serupa.
Indonesia menekankan pentingnya solidaritas regional, termasuk di ASEAN untuk terus berjuang bersama rakyat Palestina sampai tercapainya kemerdekaan penuh dan perdamaian yang adil dan berkelanjutan.
Indonesia juga terus mendesak negara-negara sahabat untuk mengakui negara Palestina, dan penguatan United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA).
BACA JUGA: Transformasi BUMN, PT Bukit Asam Hadirkan Energi Tanpa Henti untuk Negeri
BACA JUGA: Tol Binjai – Pangkalan Brandan Sumut Bakal Tersambung Tahun Ini
Diketahui, Komite Palestina didirikan pada tahun 1975 berdasarkan Resolusi UN General Assembly (UNGA) 3376.
Komite memiliki mandat untuk merekomendasikan kepada Majelis Umum PBBm program-program implementasi yang memungkinkan rakyat Palestina untuk menggunakan hak-hak mereka yang tidak dapat dicabut untuk menentukan nasib sendiri tanpa intervensi eksternal.
Lalu, hak kemerdekaan dan kedaulatan nasional, dan hak untuk kembali ke rumah dan tanah mereka.
Biro Komite merupakan pengurus komite yang membentuk arah strategis kerja komite ke depan.







