Di Indonesia sambung Husni, lebih dari 50% penduduk tergolong unbanked, yakni kalangan yang belum menggunakan layanan bank atau lembaga keuangan serupa.
Maka mereka tidak dapat mengakses layanan keuangan dasar, termasuk pinjaman, kartu kredit, dan rekening tabungan.
“Sebagai penyedia jasa keuangan dengan izin resmi dari Bank Indonesia (BI). Brankas menyadari potensi besar untuk memfasilitasi penduduk yang belum dan kurang terjangkau jasa keuangan resmi di Indonesia. Yakni bagaimana agar mereka dapat mengakses layanan keuangan modern,” tutur Husni.
Model Banking-as-a-Service ikut mendukung jasa keuangan sehari-hari yang relevan dengan komunitas di beragam sektor termasuk perikanan, pertanian, pengemudi, akuntansi, dan HRMS.
BACA JUGA: PT Timah dan PT Bukit Asam Jajaki Pengembangan PLTS
“Kami gembira, Account Opening API terbaru Brankas kini dimanfaatkan untuk menyediakan akses pinjaman, investasi, dan berbagai jenis metode pembayaran bagi konsumen dan UKM,” ujar Husni.
Saat ini timpal Husni, Account Opening API Brankas mendukung pembukaan rekening di OCBC NISP, Danamon, dan BNC di Indonesia.
Brankas juga menawarkan layanan pembukaan rekening nasabah perorangan dan perusahaan di Filipina yang didukung Netbank.
Dengan jaringan luas di Asia Pasifik, Brankas terintegrasi dengan lebih dari 100 mitra perusahaan guna meningkatkan inklusi finansial.
BACA JUGA: Liburan Bersama Rute Baru Batik Air Bali – Singapura NonStop
Gandeng Arab Financial Services
Brankas baru saja bekerja sama dengan Arab Financial Services untuk memperkuat infrastruktur keuangan terbuka (open finance) di Timur Tengah dan Afrika Utara.
Brankas sendiri terus memperluas portofolio produk embedded finance demi mendukung pelanggannya di Asia Pasifik.
Todd Schweitzer, CEO dan salah satu Pendiri Brankas mengemukakan, Account Opening API ini menyediakan integrasi tunggal pada berbagai bank. “Dengan demikian, penduduk unbanked memperoleh akses jasa keuangan, dan infrastruktur esensial tersedia bagi solusi tekfin generasi baru,” bebernya.
BACA JUGA: Siap-siap! 751 Pejabat Kemenkeu Pindah ke IKN Nusantara Tahun Depan
Open Finance menurut Todd, berpotensi menjadi katalis inklusi finansial.
Di sisi lain, Open Finance membutuhkan kolaborasi erat dengan bank yang visioner, pakar teknologi API. Serta pelanggan perusahaan untuk merekrut pemilik rekening baru.
Todd mengaku bangga atas dampak positif dan akses yang Brankas ciptakan bersama mitra-mitranya.
“Saya berharap, ini akan mendorong semakin banyak pelaku industri mencari cara-cara baru dalam melayani penduduk yang belum dan kurang terjangkau layanan keuangan resmi,” pungkas Todd. *













