Dijelaskan Ade Cahyo, bahwa kinerja BSI secara fundamental baik.
“Ini terlihat dari aspek likuiditas dan kinerja di pasar modal selama ini diapresiasi positif,” ujar Ade Cahyo.
BACA JUGA: RUPST Bank Mandiri Sepakat Tebar Dividen Rp 24,7 Triliun
BACA JUGA: Brankas Rilis Multi-Bank API Pertama di Asia Pasifik, Ini Kegunaannya
Apalagi PT Pemeringkat Efek Indonesia atau PEFINDO, menurut Ade Cahyo, adalah salah satu lembaga yang turut membuat indeks saham di pasar modal dan melakukan pemeringkatan, di antaranya bagi emiten di Indonesia.
Kapitalisasi perusahaan tercatat di BEI, yang diperingkat memiliki porsi yang cukup besar terhadap kapitalisasi pasar modal Tanah Air.
“Kami bersyukur kinerja BSI menjadi salah satu penggerak pasar modal nasional,” kata Cahyo.
Kinerja positif pada bulan Maret dapat dilihat dari pertumbuhan laba bersih sebesar Rp1,46 triliun dan tumbuh 17% atau termasuk tertinggi di industri perbankan.
BACA JUGA: Perkenalkan Nusantara Lebih Dekat pada Joint Working Group Indonesia-France 2024
BACA JUGA: Top Up Tokens Honor of Kings Bisa dengan Virtual Account BCA di myBCA!
Secara ratio keuangan juga cukup baik dengan ROE 18,3%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,38%, Cost of Fund 2,5% dan NPF Net 0,5 dan NPF Gross 2%
Dari sisi likuiditas BSI, dilihat dari rasio pembiayaan terhadap simpanan (financing to deposit ratio/FDR) berada di level 83,05%.
Hal itu mengacu pada kinerja simpanan dan penyaluran pembiayaan perseroan hingga Maret 2024.
Persentase FDR tersebut masih di dalam tingkatan yang ideal menurut Bank Indonesia (BI).
