BACA JUGA: HUT ke 78, BNI Hadirkan Promo dan Diskon Besar-Besaran
Hingga penutupan perdagangan bursa pada Rabu 3 Juli 2024, kapitalisasi pasar BRIS mencapai Rp114,17 triliun. Secara year to date (ytd), saham BRIS mengalami kenaikan 43,68%.
Sepanjang tahun berjalan 2024, saham BRIS diperdagangkan di kisaran level Rp1.740-Rp2.850.
Sementara pada Juni 2023, market cap BRIS sekitar Rp70-77 triliun, sehingga secara YOY terdapat kenaikan sekitar 48- 50%.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), rasio free float BRIS mencapai 9,92%.
BACA JUGA: Bentuk Kepercayaan PBB, Delegasi Biro Komite Palestina Kunjungi Indonesia
BACA JUGA: Cita-cita Sejak Zaman Presiden Soeharto akan Terwujud di Papua
Dengan jumlah saham untuk indeks sebanyak 4,53 miliar lembar. Jumlah tersebut setara 0,89% terhadap bobot pada indeks.
Data-data tersebut dan tercatatnya BRIS dalam indeks PEFINDO i-Grade, lanjut Ade Cahyo, dapat memberikan gambaran kepada investor mengenai BRIS yang memang memiliki investment grade yang baik.
“Ini menjadi acuan bagi investor di pasar modal Indonesia, bahwa peringkat investment grade-nya BRIS baik, sehingga sahamnya layak dikoleksi.
Ini pun menjadi pendorong bagi kami untuk menjaga kinerja yang berkelanjutan karena pemeringkatan ini ada kurun waktunya.
BACA JUGA: Sekolah Guru Literat Gelar KOMED Camp, Ini Tujuannya
BACA JUGA: Buyer Mesir Raih Peringkat Pertama Business Matching BSI International Expo 2024
Kami ingin BRIS tetap dalam pemeringkatan yang positif secara jangka panjang, dan konsisten menjadi saham yang layak investasi,” ujarnya optimistis.
Diketahui, investment grade adalah peringkat yang diberikan PEFINDO kepada perusahaan-perusahaan yang memiliki rating idAAA sampai dengan idBBB.
