BACA JUGA: Daily Economic Review: Utang Luar Negeri Indonesia Tetap Terjaga
BACA JUGA: Modus Penipuan Marak, BSI Imbau Nasabah Selalu Waspadai
Jumlah dividen BSI tersebut naik sebesar 100% dibandingkan dengan tahun buku 2022 yang senilai Rp Rp9,24 per lembar saham.
Besaran dividen itu setara 15% laba tahun buku 2023 yang sebesar Rp5,7 triliun.
Sebesar 20% laba 2023 atau senilai Rp1,14 triliun disisihkan sebagai cadangan wajib. Sisanya sebesar 65% atau sejumlah Rp3,7 triliun digunakan sebagai saldo laba ditahan.
BSI juga terus menunjukkan kinerja yang positif pada 2024 ini.
BACA JUGA: Daily Economic Review: APBN Defisit -0,34 Persen Per 1H24
BACA JUGA: BNI Blokir 214 Rekening yang Terindikasi Terlibat Judi Online
Pada kuartal I-2024, BSI mencetak laba senilai Rp1,71 triliun.
Pencapaian positif BSI didorong oleh pengumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang tumbuh pesat, yaitu 10,43% secara tahunan (yoy) mencapai Rp297 triliun yang didominasi oleh dana murah.
Di mana tabungan tumbuh 8,75% dan giro tumbuh hingga 10,52%.
Pada Maret 2024, jumlah pengguna BSI Mobile melonjak 29,35% yoy menjadi 6,70 juta orang.
BACA JUGA: Penjualan Eceran Tumbuh 2,1 Persen yoy pada Mei 2024, Ini yang Mendorongnya
BSI mobile mencatatkan jumlah transaksi sebesar 118,5 Juta dengan volume transaksi mencapai Rp145,1 triliun.
Jumlah nasabah yang membuka rekening secara online pun mencapai 93,6% dari nasabah baru BSI.







