“THR keagamaan ini harus bayar penuh, tidak boleh cicil. Saya minta perusahaan agar taat terhadap ketentuan ini,” timpal Ida.
Menaker menambahkan, pemberian THR Keagamaan kepada buruh/pekerja yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.
Baik yang mempunyai hubungan kerja berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT), perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT).
Termasuk buruh/pekerja harian lepas yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan.
BACA JUGA: Tips Jitu Raih Tiket Pesawat Gratis Jelang Lebaran 2023
Sementara untuk besaran THR buruh/pekerja yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, mendapat pemberian THR sebesar 1 bulan upah.
“Sedangkan bagi buruh/pekerja dengan masa kerja 1 bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan menerima THR secara proporsional,” tukasnya. *







