Tamu kehormatan, YM Dr. Kao Kim Hourn, Sekretaris Jenderal ASEAN dan Tengku Zafrul Aziz, Menteri Perdagangan Internasional dan Perindustrian (Malaysia) membuka konferensi ini secara resmi.
Sejumlah pembicara mencakup tokoh-tokoh penting seperti Chen Liang (Chairman CGS Co Ltd), dan Dr Qi Bin (Executive Vice President CIC).
Lalu Qiu Aijun, Deputy Director General, International Cooperation Center, National Development and Reform Commission, Republik Rakyat Tiongkok.
Perluasan Belt and Road Initiative
BACA JUGA: SUPER AIR JET Manjakan Ramadan dan Lebaran 2023, Catat Rute Barunya!
Chen Liang membahas perluasan Belt and Road Initiative, peningkatan Kawasan Perdagangan Bebas Tiongkok-ASEAN, percepatan pembangunan China-ASEAN Information Harbour, kelanjutan dividen kebijakan dari Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Seluruh hal tersebut akan menghadirkan peluang dan potensi bisnis yang kian besar dalam pertumbuhan ekonomi dan perdagangan Tiongkok-ASEAN.
Menurutnya, transformasi teknologi dan industri yang tengah berlangsung menghadirkan peluang baru bagi kedua wilayah untuk berkolaborasi di sektor baru.
Mulai dari manufaktur canggih, energi baru, ekonomi digital, e-commerce, dan smart city.
BACA JUGA: 6 Keuntungan Lion Air Kembali Buka Rute Surabaya-Tarakan
Lewat kolaborasi ini, integrasi yang lebih baik antara industri, suplai, dan rantai nilai dapat terwujud.
“Bahkan, permintaan perusahaan atas investasi dan pembiayaan lintaswilayah juga akan meningkat,” cetusnya.
Motor Penggerak ASEAN dan Tiongkok
Sementara Dr Kao menggarisbawahi hubungan perdagangan yang erat antara ASEAN dan Tiongkok.
BACA JUGA: Kepala OIKN Bahas Fokus Pengembangan IKN Bersama Tony Blair







