“Termasuk bentuk kepedulian kami terhadap kelestarian jalan umum dan lingkungan sekitar,” timpal Suryo.
Inovasi di Tengah Fluktuasi Harga Batu Bara
Saat ini fluktuasi harga batu bara global cenderung menunjukkan penurunan.
Menyikapi hal tersebut, PT Titan Infra Energy tetap melanjutkan ekspansi dan inovasi secara terukur.
BACA JUGA:4 Kabupaten di Sumatera Selatan Dikucur CSR 2 Anak Perusahaan Titan Group, ini Penampakannya
BACA JUGA:Ini Cara Gercep Titan Group Tanggulangi Fenomena Swabakar di Tumpukan Batubara
“Kami tetap melakukan inovasi dengan perhitungan yang matang,” tegas Suryo.
Masih kata Suryo, fluktuasi ini adalah bagian dari siklus yang umum dalam industri komoditas.
Meski harga turun, permintaan batu bara masih cukup tinggi.
“Dan ini jadi peluang untuk terus mengefisiensikan proses produksi dan logistik,” imbuhnya.
BACA JUGA:Komitmen Berkelanjutan PTBA, untuk Pertambangan yang Bertanggung Jawab
BACA JUGA:Gerak Cepat Pengelola SDJ Tangani Truk Batubara KBU Tergelincir, Nihil Pencemaran Sungai Musi
Dari sisi kinerja, dalam 5 bulan pertama tahun 2025, pertumbuhan PT Titan Infra Energy menunjukkan tren positif ketimbang tahun sebelumnya.
Reputasi dan brand awareness perusahaan yang semakin kuat di industri batu bara menjadi modal besar dalam menghadapi rencana Initial Public Offering (IPO) pada tahun 2025.













