JAKARTA, TUJUANSATU. COM – Volume ekspor batu bara turun sebesar -5,8 persen YoY pada Februari 2025.
Volume ekspor batu bara Indonesia pada Februari 2025 turun menjadi 41,5 juta ton (vs. 44,0 juta ton pada Februari 2024).
Demikian terungkap dalam Daily Economic and Market Review di laman Website Bank Mandiri, 30 April 2025.
Office of Chief Economist PT Bank Mandiri dalam paparannya, menjelaskan bahwa negara tujuan ekspor batu bara Indonesia pada Februari 2025 masih didominasi oleh Tiongkok dan India yang masing-masing sebesar 37,9 persen dan 21,7 persen (vs. 39,4 persen dan 24,7 persen pada Februari 2024).
BACA JUGA: Genjot Penjualan, Bukit Asam Tingkatkan Kapasitas Angkutan Batu Bara
BACA JUGA: Ini Cara Gercep Titan Group Tanggulangi Fenomena Swabakar di Tumpukan Batubara
Volume ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok pada Februari 2025 turun -9,8 persen YoY.
Volume ekspor batu bara Indonesia ke Tiongkok pada Februari 2025 sebesar 15,7 juta ton (vs. 17,4 juta ton pada Februari 2024).
Hal ini tidak sejalan dengan total volume impor batu bara Tiongkok pada Februari yang masih meningkat sebesar 1,8 persen YoY, atau mencapai 34,5 juta ton (vs. 33,7 juta ton pada Februari 2024).
Hal ini terjadi karena Tiongkok melakukan diversifikasi impor batu bara ke beberapa negara importir terbesar batu bara lainnya, seperti Mongolia, Rusia, dan Amerika Serikat.
BACA JUGA: 2 PROPER Emas 2024 Diraih Bukit Asam, Berkat Inovasi Sosial dan Lingkungan
BACA JUGA: Pacu Inovasi, Bukit Asam Dukung Hilirisasi Demi Ketahanan Energi
Produksi batu bara domestik pada Februari 2025 turun -9,7 persen YoY.
Volume produksi batu bara Indonesia pada Februari 2025 sebesar 64,1 juta ton (vs 67,7 juta ton pada Februari 2025).







