Secara kumulatif, produksi batu bara Indonesia sampai dengan Februari 2025 mencapai 122,3 juta ton (vs. 132,3 juta ton pada periode yang sama), atau telah mencapai 16,5 persen dari target produksi tahun 2025 sebesar 740 juta ton.
“Kami memperkirakan harga rata-rata batu bara tahun 2025 berada pada level USD108,3 per ton,” ujar Tim Office of Chief Economist PT Bank Mandiri.
BACA JUGA: Transformasi BUMN, PT Bukit Asam Hadirkan Energi Tanpa Henti untuk Negeri
BACA JUGA: PT Bukit Asam Raih Sertifikat Berstandar Internasional ISO 20000-1:2018
Rata – rata harga tersebut, lebih rendah dari USD135,7 per ton pada tahun 2024.
Sebagai catatan, harga rata-rata batu bara sampai dengan 29 April 2025 sebesar USD96,3 per ton.
Penurunan ini diantaranya disebabkan oleh:
1. Penurunan ekspektasi impor batu bara dari importir utama seperti Tiongkok dan India karena peningkatan produksi domestik.
2. Peningkatan pasokan batu bara dari produsen utama seperti Indonesia dan Australia.
BACA JUGA: Rumah BUMN Bukit Asam Gelar Sosialisasi Legalitas Usaha untuk UMK, Ini Tujuannya
BACA JUGA: Pacu Inovasi, Bukit Asam Dukung Hilirisasi Demi Ketahanan Energi
3. Ekspektasi penurunan permintaan batu bara global yang disebabkan oleh kebijakan tarif Amerika Serikat.







