Pada periode FY22, rasio beban umum dan administrasi (tidak termasuk kompensasi berbasis saham) terhadap TPV membaik menjadi 0,9% dibandingkan dengan 1,1% pada tahun sebelumnya.
Margin kontribusi Bukalapak, yang dihitung sebagai laba kotor dikurangi beban penjualan dan pemasaran terhadap TPV, menunjukkan peningkatan dari -0,1% pada kuartal keempat tahun 2021 (4Q21) menjadi 0,2% terhadap TPV di 4Q22.
Manajemen perseroan menurut Iqbal, berhasil membukukan pertumbuhan margin kontribusi positif di kuartal ini.
Margin kontribusi Marketplace Bukalapak terhadap TPV Marketplace meningkat dari 0,3% di 4Q21 menjadi 0,6% di 4Q22, sementara margin kontribusi Mitra terhadap TPV Mitra membaik dari -0,5% di 4Q21 menjadi -0,3% di 4Q22.
BACA JUGA: THR ASN Cair Mulai 4 April 2023, Guru Paling Bahagia
Bukalapak juga membukukan adjusted Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) sebesar -Rp 235 miliar pada 4Q22.
“Di mana rasio adjusted EBITDA terhadap TPV menunjukkan peningkatan dari -1,1% di 4Q21 menjadi -0,6% di 4Q22,” lanjut Iqbal.
Untung Bukalapak pada Laba Operasional
Selanjutnya, Bukalapak membukukan laba operasional sebesar Rp 1.760 miliar pada FY22, atau mengalami peningkatan sebesar 203% dari rugi operasional sebesar Rp 1.709 miliar pada FY21. Terutama hal ini penyebabnya oleh laba nilai investasi marked-to-market dari PT Allo Bank Tbk.
BACA JUGA: THR ASN 2023 Jika Tidak Cair Sebelum Idul Fitri, Ini Kata Sri Mulyani
Sehingga Perseroan juga mencatat laba bersih sebesar Rp 1.978 miliar pada FY22, atau meningkat sebesar 218% dari rugi bersih sebesar Rp 1.676 miliar pada FY21.
“Meskipun Perseroan telah mencatat laba bersih pada FY22, Perseroan tetap memiliki fokus pada kinerja operasional Perseroan. Oleh karena itu, manajemen Perseroan tetap menggunakan adjusted EBITDA sebagai indikator kinerja Perseroan,” jelas Iqbal lagi.
Dengan peningkatan efisiensi bersamaan pertumbuhan yang kuat, Bukalapak juga memiliki permodalan yang kuat dengan posisi kas Perseroan. Termasuk dengan investasi lancar seperti obligasi pemerintah dan reksadana sebesar Rp 20,3 triliun pada akhir 4Q2022.
“Dengan rata-rata pendapatan bunga per kuartal dan meningkatnya EBITDA per kuartal. Bukalapak memiliki cash runway untuk lebih dari 50 tahun,” pungkasnya. *







