Sesi Gastrodiplomacy Talks memberikan wawasan dan pengalaman yang berharga tentang peran gastronomi dalam diplomasi, warisan kuliner, dan inovasi.
Secara khusus, Kumtornpol Buapatch dari Thai Trade Center di Jakarta memaparkan mengenai inisiatif diplomasi kuliner Thailand yang proaktif di yang bertujuan untuk memperkenalkan makanan Thailand kepada dunia internasional.
BACA JUGA: 5 Warisan Dokumenter Indonesia Masuk dalam Register Internasional MoW UNESCO
BACA JUGA: Kemitraan Strategis Indonesia dan Mesir, Tonggak Penting Hubungan Bilateral Kedua Negara
Selain itu, Helianti Hilman, pendiri Javara Indonesia, membahas upaya pelestarian tradisi pangan lokal dan praktik berkelanjutan. Fadly Rahman, sejarawan kuliner dari Universitas Padjadjaran, memperkaya diskusi dengan analisis mengenai peran penting makanan dalam membentuk narasi budaya.
Para peserta terlihat menikmati demonstrasi memasak langsung (Live Cooking) yang dipandu oleh Chef Howard dari Jack Howard Dining, Chef Vilailak Nilkham dari Charm Thai, dan Chef Ilham dari Altero Bistronomie.
Hidangan tradisional khas Indonesia dan Thailand juga turut meramaikan acara, disajikan oleh restoran seperti Calluna All Day, Sate Khas Abah, Thai Palace, dan Charm Thai.
Setiap sajian kuliner menjadi bukti cita rasa, warisan, dan nilai-nilai bersama antara kedua negara yang penuh warna ini.
BACA JUGA: Paviliun Indonesia pada FHA 2025 di Singapura Bukukan Kontrak Ekspor USD 32,2 Juta
BACA JUGA: Bantuan Kemanusiaan Rakyat Indonesia untuk Korban Gempa Myanmar Diserahkan, Nilainya USD 1,3 Juta
Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi dari berbagai mitra termasuk Telkomsel, Torado Group, Ikatan Alumni Unpad (IKA Unpad), Ron 88, Javara, Jungle Land, dan lainnya.
Lebih dari sekadar perayaan kuliner, dalam acara ini juga digelar one-on-one meeting session antara Universitas Padjadjaran dan perwakilan dari negara-negara tetangga untuk menjajaki potensi kolaborasi baik dari sisi akademik maupun budaya.








