Ditemukan di Atas Bukit, Inilah Penampakan Situs Megalit Lesung Batu yang Berusia Ratusan Tahun

Dari temuan di desa Lesung Batu ini, bentuknya berbeda dari yang lainnya, kelembaban daerah tersebut menyebabkan selalu terisi air.

BACA JUGA:5 Tempat Wisata Hits Palembang 2026: Destinasi Instagramable untuk Mengisi Libur Panjang

BACA JUGA:7 Tips Ampuh Menjaga Kesehatan Lambung

“Lumpang yang berlubang satu ini juga selalu terisi air, kami biasa menyebutnya batu kuali. Mungkin dulu nenek moyang kami beramai-ramai di dusun ini menumbuk,” pungkas Senuling.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Lesung Batu, Radius Prawira menerangkan, bahwasanya lokasi perkebunan kopi yang terdapat Situs Megalit ini, merupakan milik Marles Yunardi SKom MM saat ini menjabat sebagai Camat Mulak Ulu.

“Luas kebun kopi yang terdapat Situs Megalit ini sekitar satu hektar, dari depan desa lebih dari satu kilometer. Ke depan jadi wilayah yang terintegrasi dengan Agrowisata Cuko Simpur,” ungkapnya.

Nah, jenis Megalit di Lahat yang merupakan jaman batu besar ini adalah peninggalan zaman megalitikum yang cukup banyak dan sangat dinamis (beragam). Dengan muatan cerita lokal yang beragam, sebagai upaya pelestarian dan menjaga budaya lampau (Baghi).

BACA JUGA:Ditemukan di Tengah Kebun Singkong! Megalitik Langka Berusia Ribuan Tahun Muncul di Merapi Selatan Lahat

BACA JUGA:Sudah Ada 285 Tahun Silam, Begini Cerita Terbentuknya Kecamatan Sanga Desa di Muba

Sementara Menhir yang ada adalah batu tunggal (monolith) yang berdiri tegak di atas tanah.

Menhir pada hakekatnya sarana pemujaan arwah nenek moyang yang berfungsi sebagai tanda penguburan, simbol duka, simbol leluhur, tiang tambatan hewan kurban.

Maupun batas daerah sakral atau sebagai sarana untuk memutuskan hal-hal yang berhubungan dengan hukuman.

Fungsi ini tergantung pada konteks dan letaknya, terlihat dari lokasi ini Menhir lebih menunjukkan dugaan batas wilayah dusun lama.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *