Ditemukan di Atas Bukit, Inilah Penampakan Situs Megalit Lesung Batu yang Berusia Ratusan Tahun

“Lumpang yang berlubang satu ini juga selalu terisi air, kami biasa menyebutnya batu kuali. Mungkin dulu nenek moyang kami beramai-ramai di dusun ini menumbuk,” pungkas Senuling.

BACA JUGA:Mau Gaji Tinggi? Pilih Kuliah di 4 Universitas Unggulan Indonesia Versi Terbaru Ini

BACA JUGA:Di Balik Sepinya Kampung Arab Al-Munawar: Warga Pertahankan Privasi dari Wisatawan

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Lesung Batu, Radius Prawira menerangkan, bahwasanya lokasi perkebunan kopi yang terdapat Situs Megalit ini, merupakan milik Marles Yunardi SKom MM saat ini menjabat sebagai Camat Mulak Ulu.

“Luas kebun kopi yang terdapat Situs Megalit ini sekitar satu hektar, dari depan desa lebih dari satu kilometer. Ke depan jadi wilayah yang terintegrasi dengan Agrowisata Cuko Simpur,” ungkapnya.

Nah, jenis Megalit di Lahat yang merupakan jaman batu besar ini adalah peninggalan zaman megalitikum yang cukup banyak dan sangat dinamis (beragam). Dengan muatan cerita lokal yang beragam, sebagai upaya pelestarian dan menjaga budaya lampau (Baghi).

Sementara Menhir yang ada adalah batu tunggal (monolith) yang berdiri tegak di atas tanah.

BACA JUGA:Presiden RI Prabowo Tinjau Kesiapan Huntara Aceh Tamiang, Fokus Menuju Pemulihan

BACA JUGA:Tak Sekadar Takjil! 6 Menu Buka Puasa Lezat Ini Dijamin Bikin Kenyang dan Puas

Menhir pada hakekatnya sarana pemujaan arwah nenek moyang yang berfungsi sebagai tanda penguburan, simbol duka, simbol leluhur, tiang tambatan hewan kurban.

Maupun batas daerah sakral atau sebagai sarana untuk memutuskan hal-hal yang berhubungan dengan hukuman.

Fungsi ini tergantung pada konteks dan letaknya, terlihat dari lokasi ini Menhir lebih menunjukkan dugaan batas wilayah dusun lama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Lainnya