Environment (lingkungan) menjadi aspek yang juga penting karena bisnis akan berjalan saat lingkungan, dan sumberdaya alam terjaga baik. Disinilah peran BSI untuk mengimplementasikan di seluruh lini bisnis perseroan. Green operation, green activity dan green business.
BSI mencatat portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp59,19 triliun per Maret 2024.
BACA JUGA: Gelar RUPS, Petro Muba Beri Kontribusi Rp5 Miliar
BACA JUGA: Digitalisasi Pelayanan Jalan Tol, HKA Kembangkan 2 Aplikasi
Dalam rinciannya, portofolio tersebut terbagi atas kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) sebesar Rp12,57 triliun dan Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS) sebesar Rp46,62 triliun.
Komitmen lain BSI dalam sektor ESG adalah menerbitkan Sustainability Sukuk BSI atau Sukuk Mudharabah Keberlanjutan.
Dana hasil penerbitan sukuk, akan digunakan untuk mendukung pembiayaan dalam kategori kegiatan usaha berwawasan lingkungan (KUBL) dan kegiatan usaha berwawasan sosial (KUBS).
Berdasarkan prospektus yang diterbitkan perseroan, porsi penyaluran untuk KUBL dari dana sukuk akan mencapai 30-50%.
BACA JUGA: Bukit Asam Raih Bisnis Indonesia Social Responsibility Awards (BISRA) 2024
BACA JUGA: AirAsia MOVE dan HTS Umumkan Kemitraan untuk Mengintegrasikan Produk Pendukung Fintech
Peruntukannya di antaranya untuk energi terbarukan, produk yang dapat mengurangi penggunaan sumber daya dan menghasilkan lebih sedikit polusi, serta pengelolaan air limbah yang berkelanjutan.
Lalu, 50%-70% dari dana sukuk akan dimanfaatkan untuk KUBS.







