“Di sini peran penting data market insight bagi para brand FMCG yang ingin memaksimalkan penjualannya di e-commerce,” terang Narendrata.
Dengan menganalisa data historikal dan melihat dampak sebuah tren dalam penjualan, brand dapat menemukan peluang untuk berjualan.
Narendrata menambahkan, hal ini telah dilakukan oleh brand-brand FMCG yang sukses berjualan di e-commerce.
Ia memberikan contoh salah satunya adalah kategori produk Sunscreen.
BACA JUGA : Vantage Bergabung sebagai Sponsor Titanium di Money Expo Mexico 2025
BACA JUGA : Sama-Sama Kejar Keunggulan, Vantage Markets Jalin Kemitraan dengan Scuderia Ferrari HP Selama Beberapa Tahun
Di mana nilai penjualannya di Shopee, Tokopedia dan Blibli pada tahun 2024 meningkat lebih dari 60% ketimbang tahun 2023, dari Rp 1 triliun ke Rp1,7 triliun.
Peningkatan ini terjadi setelah di tahun 2023 lalu ramai fenomena Heatwave dan edukasi penggunaan mengenai sunscreen meningkat secara signifikan.
Tidak hanya Sunscreen beberapa kategori produk lainnya yang berkaitan dengan perawatan dan kecantikan juga turut mengalami pertumbuhan menarik di FMCG.
Seperti body lotion yang mengalami pertumbuhan dari 1,3 triliun ke 1,5 triliun, suplemen kecantikan dari 582 miliar ke 720 miliar.
BACA JUGA : Raih 5.000 Ulasan di Trustpilot, Kian Perkuat Status Vantage sebagai Platform Trading Terpercaya
BACA JUGA : Wih Keren! Vantage Markets Tampil Sukses di Ajang iFX Expo Dubai 2025
