Fakta Unik Tapak Dara: Tanaman Hias Penghasil Obat Kanker Paling Mahal

TUJUAN SATU.COM – Tapak dara (Catharanthus roseus) banyak dikenal sebagai tanaman hias karena bunganya yang indah berwarna ungu, putih, atau merah muda.

Namun, siapa sangka ada tersimpan rahasia besar dibalik tanaman sederhana ini bagi dunia farmasi.

Tanaman hias ini mengandung senyawa penyelamat nyawa bagi penderita kanker.

Awalnya para ilmuwan yang meneliti tapak dara hanya tertarik pada kemampuannya menurunkan kadar gula darah.

BACA JUGA:Ini 5 Manfaat Bunga Telang untuk Kesehatanmu

BACA JUGA:Daun Menguning dan Tak Mau Berbunga? Bisa Jadi Tanaman Kamu Sedang Stres!

Namun, saat diteliti lebih lanjut, yang ditemukan justru mengejutkan: ekstrak tanaman ini mampu menekan pertumbuhan sel kanker darah (leukemia).

Melalui penelitian mendalam, berhasil diisolasi dua senyawa penting: vincristine dan vinblastine.

Kedua senyawa ini kemudian dikembangkan menjadi obat kemoterapi yang hingga kini masih digunakan dalam pengobatan kanker, termasuk leukemia pada anak, limfoma Hodgkin, dan kanker testis.

Fakta uniknya, hanya sedikit senyawa aktif yang bisa diperoleh dari tanaman tapak dara.

BACA JUGA:Berikut 5 Manfaat Rebusan Daun Alpukat yang Perlu Kamu Ketahui

BACA JUGA:Bukan Daun Biasa! 4 Daun Herbal Ini Dipercaya Ampuh Jaga Kesehatan Tubuh

Untuk menghasilkan 1 gram vincristine, dibutuhkan lebih dari 500 kilogram daun tapak dara.

Karena itu, kini obat-obatan ini diproduksi menggunakan teknik kimia sintetis agar lebih efisien dan berkelanjutan.

Vincristine dan vinblastine bekerja dengan cara menghambat pembelahan sel kanker, sehingga mencegah pertumbuhannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *