Setiap individu perlu mengelola penghasilannya dengan bijak agar dapat memenuhi kebutuhan pokok sekaligus menabung untuk masa depan.
Selain itu, risiko finansial seperti kehilangan pekerjaan, kecelakaan, atau kebangkrutan dapat terjadi kapan saja, sehingga strategi keuangan yang matang menjadi sangat penting.
Salah satu cara yang dapat diterapkan adalah pembuatan anggaran yang ideal, dengan prinsip 50-30-20, yaitu:
• 50% untuk kebutuhan pokok (makan, tempat tinggal, dan transportasi)
BACA JUGA: Kirim Makanan Beku Makin Mudah! TIKI FROOZY Hadir dengan Layanan Cepat dan Hemat
BACA JUGA: Jembatan Bailiy 30 Meter Kini Terbentang di Jalan Nasional Jambi–Sumbar yang Amblas
• 30% untuk kebutuhan sekunder (hiburan, rekreasi, dan pengembangan diri)
• 20% untuk tabungan dan investasi, guna menjamin stabilitas finansial di masa depan
Dengan strategi ini, peserta yang hadir dapat menghindari utang konsumtif dan memiliki dana darurat untuk menghadapi situasi tak terduga.
Helmi menyarankan agar sebaiknya dapat mengalokasikan penghasilan setiap bulan ke dalam pos-pos pengeluaran dengan komposisi ideal.
BACA JUGA: 3 Ruas Tol Trans Sumatera Fungsional saat Mudik Lebaran 2025
BACA JUGA: COMO Uma Canggu Bermitra dengan Paywatch untuk Tingkatkan Kesejahteraan Finansial Karyawan di Bali







