“Proyek ini melibatkan PT Hutama Panorama Sitinjau Lauik (PT HPSL) sebagai BUP Flyover Sitinjau Lauik, konsorsium antara Hutama Karya (55 persen) dan HKI (45 persen).
Proyek bernilai Rp 2,793 triliun ini diperkirakan akan selesai dalam waktu 2,5 tahun masa konstruksi dan 10 tahun masa operasi.
BACA JUGA: Update Arus Mudik: 140.362 Kendaraan Lintasi JTTS, VLL Tertinggi Tol Terpeka
BACA JUGA: Volume Lalu Lintas Meningkat, 98.429 Kendaraan Lintasi Jalan Tol Trans Sumatera
Pekerjaanya meliputi perencanaan teknis, pembangunan jalan dan jembatan (flyover) sepanjang 2,774 km, serta preservasi selama masa operasional.
Ditambahkan Adjib, flyover ini akan membuka akses lebih luas ke destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat, seperti Danau Singkarak dan Lembah Harau.
Sehingga, lanjutnya, dapat meningkatkan potensi pariwisata di wilayah tersebut.
Selain itu, juga dapat memperlancar distribusi barang dan logistic.
BACA JUGA: Tol Terpeka Tertinggi Trafik Arus Mudik di JTTS, 17.435 Kendaraan Melintas
BACA JUGA: 2 Ruas Tol Trans Sumatera Siap Diresmikan, Dukung Mudik Lebaran 2025
Adjib berharap, proyek Flyover Sitinjau Lauik dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan menurunkan biaya logistik, serta dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga lokal.







