Kemudian, “KUB Usang Sungging” yang asal Provinsi Sumatera Selatan menghadirkan berbagai aksesoris berbahan perak dan tembaga dengan desain khas tradisional yang mencerminkan keahlian pengrajin.
“Kami memberikan kesempatan bagi tiga UMK binaan untuk memperkenalkan kekayaan budaya mereka ke pasar yang lebih luas.
BACA JUGA: Serangkaian Acara Siap Meriahkan Pokemon Run 2024 Bali
INACRAFT tidak hanya dikunjungi oleh masyarakat lokal, tetapi juga wisatawan mancanegara, sehingga ini menjadi peluang bagi UMK binaan kami untuk naik kelas,” ujar Adjib.
Lebih lanjut Adjib menambahkan, ketiga UMK binaan Hutama Karya menarik perhatian ratusan pengunjung dan mencatat hasil penjualan yang positif selama pameran.
Banyak pengunjung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut proses pembuatan kain sulam, kain gebeng, serta aksesoris perak dan tembaga yang dipamerkan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Hutama Karya juga mengadakan sesi aktivasi kreatif secara gratis, yakni workshop merajut pada Sabtu 8 Februari 2025.
BACA JUGA: Persembahkan Yoga, Budaya Lokal dan Hidangan, Slow Food and Yoga Festival Kembali Digelar
BACA JUGA: Kolaborasi 9 Seniman Tanah Air Meriahkan ‘Star Wars: The Mandalorian’ Musim Ketiga
Kelas ini bertujuan untuk meningkatkan interaksi dengan pengunjung, dan memberikan pengalaman langsung dalam memahami teknik pengerjaan produk-produk unggulan tersebut.
Dalam upaya memberdayakan UMK binaan, menurut Adjibm Hutama Karya tidak hanya memberikan fasilitas untuk berpartisipasi dalam pameran.
Tetapi juga melakukan berbagai program pendampingan, mulai dari pelatihan manajemen usaha, peningkatan kualitas produk, hingga strategi pemasaran.
Hutama Karya berupaya membantu para UMK agar lebih siap bersaing, melalui pembinaan yang lebih baik dan akses pasar yang lebih luas.













