BACA JUGA: Selesai Uji Laik Fungsi, Jalan Tol Pertama di Sumatera Barat Ini Segera Dioperasikan
BACA JUGA: Dunia Jadi Takjub! Kerja sama Filipina dan Tiongkok dalam Kerangka Belt and Road Initiative
Program TJSL untuk 2025 mengedepankan pengembangan kebijakan dan strategi yang mendukung tanggung jawab sosial dan tata kelola yang etis.
Sejalan dengan asta cita Hutama Karya untuk menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi perusahaan dan stakeholder dengan masih fokus pada pengembangan infrastruktur pendidikan, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi melalui UMK.
Pengelolaan sampah di rest area dan penanaman pohon di sepanjang ruas tol menjadi bagian dari program berkelanjutan, yang diperkirakan mampu mengelola hingga 150 ton sampah per tahun, serta menanam lebih dari 50.000 bibit pohon.
Program konservasi satwa, termasuk perlindungan gajah Sumatra dan rehabilitasi orangutan, juga akan diperluas, dengan target keberhasilan lebih besar dalam melindungi spesies yang terancam punah.
BACA JUGA: Ucapkan Selamat Tahun Baru Imlek 2025 kepada Dunia, Gubernur Guangdong Wang Weizhong Pamer Prestasi
Di bidang pendidikan, Hutama Karya menargetkan pembangunan 15 unit infrastruktur pendidikan baru dan menyalurkan dana beasiswa untuk 500 siswa di berbagai wilayah prioritas.
“Kami percaya bahwa keberlanjutan adalah kunci untuk menciptakan masa depan yang lebih baik.
Dengan fokus pada CSV dalam program tanggung jawab sosial akan menciptakan manfaat bersama bagi masyarakat dan perusahaan, sejalan dengan asta cita untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang memberikan dampak jangka panjang dan berkelanjutan bagi Indonesia,” tukas Adjib.













