Karena itu Perusahaan melengkapi sekitar infrastruktur yang dimilikinya dengan memasang closed-circuit television (CCTV) dan monitor.
Mulai dari jalan khusus batu bara (hauling road) sepanjang 118 km, stockpile hingga pelabuhan.
Di pelabuhan juga ada conveyor yang bekerja full otomatis.
Perusahaan menggunakan sistem GPS untuk memantau pergerakan truk secara real-time, memastikan tidak ada delay di rute.
Di stockpile ada sekitar 1 juta ton per stockpile.
BACA JUGA : Hadir di Daihatsu Kumpul Sahabat Palembang, SEVA Tawarkan Untung Rp 1,5 juta dengan Pengajuan Hanya 30 Menit
BACA JUGA : ALAND Buka Toko Ketiga di Pondok Indah Mall 1, Perluas Jangkauan Fesyen Korea Selatan di Indonesia
Sensor di stockpile mengukur tingkat kelembaban batubara untuk mencegah pembusukan selama penyimpanan.
Meski bergerak di industri batubara, sering dikritik karena dampak lingkungan, Perusahaan tetap berkomitmen pada prinsip ESG (Environmental, Social, Governance).
PT Titan Infra Sejahtera mengalokasikan 5% dari pendapatannya untuk program CSR, termasuk pelatihan masyarakat sekitar dalam pengelolaan sampah dan pembangunan fasilitas kesehatan.
Di tingkat operasional, Perusahaan telah memasang sistem dust control di stockpile untuk menekan polusi debu.
BACA JUGA : Dow dan Pan Era Group Resmi Bermitra Meningkatkan Pasokan Resin PCR Berkualitas Tinggi
BACA JUGA : Cathay United Bank Bahas ESG Sebagai Kunci Penentu Kesuksesan Pembangunan Berkelanjutan
“Kita selalu mencoba mengikuti tren teknologi agar tidak ketinggalan dan bisa beroperasi secara efisien,” tutur Antony.
Untuk CCTV dan monitor sambungnya, bisa dipantau melalui command center di Jakarta.







