JAKARTA, TUJUANSATU.COM – Selain mengkokohkan posisinya di pasar domestik, PT Titan Infra Sejahtera membuka jalan bagi Indonesia menjadi pemain utama rantai pasok energi global.
Di mana perusahaan penyedia infrastruktur penting yang didirikan oleh Handoko Anindya Tanuadji pada tahun 2017 itu punya segudang keunggulan.
Salah satunya mampu menurunkan cost atau biaya logistik batu bara.
Dari satu sisi ini saja, PT Titan Infra Sejahtera membuktikan bahwa industri batubara tidak harus identik dengan eksploitasi sumber daya tanpa pertimbangan lingkungan.
BACA JUGA : PT Titan Infra Sejahtera Raih Penghargaan BILA 2025, Persembahan Terbaik untuk Negeri
BACA JUGA : Demi Manjakan Pelanggan dengan Pelayanan Prima, 2 Anak Usaha PT Titan Infra Sejahtera Tambah Fasilitas
Melalui infrastruktur khusus, kolaborasi dengan UMKM tambang, dan inovasi teknologi, perusahaan ini menjadi contoh bagaimana logistik batubara bisa efisien, inklusif, dan ramah lingkungan.
Demikian paparan Direktur PT Titan Infra Sejahtera, Antony Surianto saat menjadi pembicara dalam acara “2nd Coalindo Coal Conference” di Jakarta, belum lama ini.
Antony mengatakan, perusahaannya berkomitmen memperkuat infrastruktur logistik batu bara di wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Komitmen tersebut terbukti dengan pembangunan jaringan transportasi terintegrasi yang menghubungkan kawasan mulut tambang, stockpile, hingga ke pelabuhan.
BACA JUGA : Mantap Jiwa! Jalan Hauling PT Titan Infra Sejahtera, Solusi Atasi Kemacetan di Jalan Raya
BACA JUGA : Ini Alasan Kementerian Ketenagakerjaan Anugerahi Titan Group Penghargaan Best Contractor 2025
Tak hanya mendorong efisiensi, perusahaan ini juga menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara sektor swasta dan tambang lokal dapat menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan.
“Kami menyediakan layanan jaringan transportasi logistik batu bara yang terintegrasi. Dari mulut tambang ke sungai hingga pelabuhan, jaraknya mencapai sekitar 118 kilometer,” ungkap Antony.












