Infobip Sebut Asia Pasifik sebagai Wilayah dengan Pertumbuhan Pasar Conversational Messaging Terpesat

WhatsApp, RCS, Viber, dan aplikasi obrolan lain termasuk saluran terpopuler yang mendorong pertumbuhan solusi "conversational messaging"

KUALA LUMPUR, TUJUANSATU.COM – Infobip merilis laporan terbaru Messaging Trends Report yang mengungkap bahwa Asia Pasifik menjadi wilayah dengan pertumbuhan messaging tercepat di dunia.

Platform global cloud communications ini menyebutkan, peningkatan aktivitas conversational messaging di Asia Pasifik sebesar 51% sepanjang tahun 2024.

Laporan ini berdasarkan analisis lebih dari 530 miliar interaksi antara bisnis dan konsumen di platform Infobip.

Negara-negara dengan pasar yang sangat aktif seperti Indonesia (59%), Filipina (33%), dan China (29%) yang banyak memicu lonjakan ini.

BACA JUGA:Bill Gates Kunjungi Indonesia, Sampaikan Apresiasi Ini pada Prabowo

BACA JUGA:Bersama Melawan Kanker Paru: AstraZeneca dan CISC Tekankan Pentingnya Skrining Kanker Paru Lebih Awal

Data dari Infobip AI Hub menunjukkan peningkatan signifikan dalam adopsi AI, yang mendorong perubahan besar pada aplikasi conversational messaging dan memungkinkan interaksi yang lebih natural dan bermakna antara brand dan pelanggan.

Penggunaan WhatsApp meningkat 2 kali lipat (100%) berkat fitur pembelian langsung di dalam chat.

Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 110%, lalu India mengikuti (27%), Singapura (20%), dan Malaysia (17%).

Interaksi melalui RCS melonjak 102% di seluruh wilayah ini, dengan India mencatat kenaikan terbesar sebesar 850%.

BACA JUGA:Program HK Hadir di Sumatera, Wujudkan Kemandirian Ekonomi dan Pendidikan Berkualitas

BACA JUGA:Bank Terbaik Versi Global Markets Media, Cathay United Bank Sediakan Layanan Keuangan Berkelanjutan

Viber juga mengalami pertumbuhan 41% di wilayah Asia-Pasifik, dengan Filipina menunjukkan peningkatan signifikan dalam aktivitas messaging.

Selain itu, riset Infobip menunjukkan bahwa pelanggan di Asia-Pasifik lebih memilih messaging channel yang sesuai dengan budaya dan preferensi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *