Jika tegangannya turun di bawah standar, sistem akan mendeteksi ketidakstabilan dan memunculkan indikator peringatan.
Menariknya, banyak pemilik mobil listrik tidak menyadari bahwa komponen ini tetap harus diganti secara berkala, sama seperti mobil konvensional.
BACA JUGA : Komunitas Mobil Listrik MG Lakukan Parade Ratusan Kendaraan Listrik di Ancol
BACA JUGA : BRImo FSTVL 2024 Diundi, Pemenang Bawa Pulang Mobil BMW
2. Gangguan pada DC-DC Converter
Di mobil listrik, tidak ada alternator seperti pada mobil bensin. Sebagai gantinya, terdapat komponen bernama DC-DC converter.
Komponen ini bertugas menurunkan tegangan dari baterai utama menjadi listrik 12V untuk mengisi aki kecil. Jika DC-DC converter gagal bekerja, maka:
– aki 12V tidak terisi,
BACA JUGA : Hyundai Bluelink: Pantau Kondisi dan Posisi Mobil dari Jarak Jauh
BACA JUGA : SEVA Optimis Penjualan Mobil Meningkat Menjelang Lebaran 2025, ini Buktinya!
– sistem kelistrikan terganggu,
– indikator aki langsung menyala.
Kerusakan pada komponen ini tergolong serius karena dapat mengganggu seluruh sistem elektronik kendaraan.
3. Koneksi dan Kabel yang Tidak Stabil
BACA JUGA : Daihatsu Santai Penjualan Sirion Kalah Jauh dari Mobil LCGC













