Di tengah tantangan ekonomi global. Maybank Indonesia mencatat pertumbuhan pada pembiayaan segmen ritel, UKM dan korporasi. Seiring dengan daya beli masyarakat yang secara bertahap membaik dan kegiatan bisnis di Indonesia yang telah kembali normal.
“Kami terus berupaya menyeimbangkan komposisi simpanan nasabah agar kami dapat mengelola pendanaan dengan lebih efisien serta memperkuat fundamental Bank. Selain itu ke depannya, kami akan melanjutkan penerapan strategi M25+ yang mencakup di antaranya transformasi untuk mengakselerasi kapabilitas digital SME. Dan mengedepankan solusi Islamic wealth,” tutur Taswin.
Presiden Komisaris Maybank Indonesia, Dato’ Khairussaleh Ramli mengimbuhkan, melalui akselerasi digital, peningkatan fokus bisnis terhadap kebutuhan nasabah (customer centricity). Mengedepankan fokus pasar regional, dan pertumbuhan bisnis perbankan Syariah serta aspek keberlanjutan Bank. Ia berharap dapat mendorong kinerja Maybank Indonesia ke depannya.
“Maybank Indonesia merupakan bagian penting dari program transformasi yang tercakup pada strategi M25+. Di mana melalui penerapan Strategic Program (SP) 7 yang ditujukan untuk peningkatan bisnis Maybank di Indonesia dan sebagaimana SP lainnya. Kami berharap dapat memberi dampak langsung kepada peningkatan kinerja bisnis dan operasional, serta kapabilitas Bank,” ucapnya.
BACA JUGA: Yuk Simak! Kapan Oli Gardan Mobil Anda Harus Diganti
Anak Perusahaan
PT Maybank Indonesia Finance (Maybank Finance)
Maybank Finance membukukan Laba sebelum Pajak (PBT) relatif stabil sebesar Rp135 miliar pada kuartal pertama 2023. Dengan pertumbuhan pembiayaan otomotif roda empat yang signifikan sebesar 10,7% menjadi Rp6,65 triliun dari Rp6,01 triliun tahun lalu.
Rasio NPL Maybank Finance tercatat stabil menjadi 0,2%(gross) dan 0,1%(net) pada Maret 2023 dari 0,2%(gross) dan 0,1%(net) pada Maret 2022.
BACA JUGA: Media OutReach Newswire Perkuat Jaringan Distribusi Vietnam
PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM)
Pada kuartal pertama 2023. WOM membukukan kenaikan Laba sebelum Pajak (PBT) yang signifikan sebesar 118,8% menjadi Rp80 miliar dari Rp37 miliar tahun lalu. Seiring dengan meningkatnya daya beli masyarakat yang turut mendorong permintaan pembiayaan otomotif roda dua dan pembiayaan multiguna.
Pembiayaan WOM tercatat tumbuh secara signifikan sebesar 18,7% menjadi Rp5,47 triliun dari Rp4,61 triliun tahun lalu. Dengan rasio NPL menjadi 1,8%(gross) dan 0,8%(net) pada Maret 2023 dari 1,5%(gross) dan 0,6%(net) pada Maret 2022. *













