Kompetisi ini sendiri terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari seleksi administrasi, penilaian proposal inovasi, hingga presentasi implementasi BIM 5D pada proyek nyata.
Selain aspek teknis dan inovasi, penilaian juga mempertimbangkan kreativitas, efektivitas solusi, serta interaksi peserta dengan audiens, seperti jumlah likes atau dukungan terbanyak pada sesi presentasi publik.
BACA JUGA: Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, Hutama Karya Perkuat UMKM di Rest Area Jalan Tol
BACA JUGA: Hutama Karya Jadi BUMN Infrastruktur Terbaik di Indonesia
Dengan tahapan dan kriteria penilaian yang komprehensif ini, kemenangan Hutama Karya mencerminkan keunggulan tidak hanya dalam aspek teknis, tetapi juga dalam kemampuan komunikasi dan kolaborasi tim di ranah digital.
Rusun ASN 2 di West Residence, Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi contoh nyata transformasi digital konstruksi nasional melalui penerapan teknologi Building Information Modeling (BIM) 5D oleh Hutama Karya.
Implementasi software Cubicost dalam proyek ini memberikan manfaat signifikan, di antaranya otomatisasi perhitungan 85-90% item atau elemen pekerjaan pada struktur, arsitektur, dan MEP, sehingga proses menjadi jauh lebih mudah dan efisien.
Dari sisi akurasi, penggunaan Cubicost meningkatkan ketepatan estimasi hingga 90-95% karena mengurangi potensi human error dan mengotomatisasi pengambilan data kuantitatif langsung dari model desain.
BACA JUGA: Program HK Hadir di Sumatera, Wujudkan Kemandirian Ekonomi dan Pendidikan Berkualitas
BACA JUGA: Proyek Pelabuhan Transhipment Strategis di Gorontalo Dikebut, Progresnya Sudah 65 Persen
Selain itu, durasi perhitungan kuantitas dan estimasi biaya yang biasanya memakan waktu 7-14 hari secara manual kini dapat dipangkas menjadi hanya 1-3 hari, sehingga proses pengerjaan proyek menjadi 75-80% lebih cepat.
Inovasi ini tidak hanya mengoptimalkan perencanaan biaya dan pengendalian material, tetapi juga mempercepat waktu pengerjaan proyek secara signifikan, sekaligus memastikan hasil pekerjaan yang lebih akurat dan efisien.
Perusahaan juga menggunakan sistem kolaborasi berbasis internet yang meningkatkan transparansi dan akurasi data, sehingga proses kerja menjadi lebih efisien.
Penggunaan sistem Aluminium Formwork menggantikan bekisting konvensional berhasil mempersingkat waktu pengecoran menjadi enam hari dan mengurangi limbah konstruksi.













