BACA JUGA: Daihatsu Santai Penjualan Sirion Kalah Jauh dari Mobil LCGC
BACA JUGA: STARIA Varian Terbaru Kapasitas Lebih Lega, Pas Dibawa Mudik
“Oleh karena itu, kami tidak hanya menghadirkan kendaraan listrik inovatif, tetapi juga membangun infrastruktur yang memungkinkan ekosistem EV berkembang secara berkelanjutan,” ujarnya.
Komitmen Hyundai dalam membangun ekosistem EV di Indonesia tercermin dalam investasi senilai USD 3 miliar.
Termasuk pendirian pabrik sel baterai HLI yang menjadi bagian krusial dalam rantai pasok kendaraan listrik.
Pabrik ini berdiri di atas lahan seluas 330.000 meter persegi, dengan investasi USD 1,1 miliar, dan mampu memproduksi sel baterai lithium-ion berkapasitas 10 GWh per tahun, cukup untuk lebih dari 150.000 unit Battery Electric Vehicle (BEV).
BACA JUGA: Wuling New Cloud EV Hadir dengan Inovasi Baru dan Versi Lite
Untuk memastikan pengalaman kepemilikan EV yang worry-free, Hyundai juga telah menghadirkan jaringan charging station serta program aftersales yang komprehensif.
Saat ini tersedia lebih dari 600 charging station di berbagai lokasi strategis.
Selain itu, Hyundai juga telah membuka akses charging station bagi pengguna kendaraan listrik merek lain melalui program EV Charging Subscription melalui aplikasi myHyundai.
Sehingga hanya melalui satu aplikasi dapat mendukung pengisian daya seluruh EV merek apa pun di Indonesia.
BACA JUGA: Rayakan 60 Tahun, Suzuki Marine Hadirkan Teknologi Ramah Lingkungan di IIMS 2025
BACA JUGA: Raih 5.000 Ulasan di Trustpilot, Kian Perkuat Status Vantage sebagai Platform Trading Terpercaya







