KBRI dan Komunitas Indonesia Galang USD34 Ribu untuk Renovasi Sekolah Persahabatan Indonesia – Kamboja

Upacara peresmian kembali sekolah yang baru direnovasi ini dihadiri oleh Dubes RI Santo Darmosumarto.

Seluk Beluk Komunitas Indonesia

Komunitas Indonesia sendiri memiliki sejarah panjang dalam berkontribusi kepada masyarakat Kamboja, dan sekolah yang pertama kali didirikan pada tahun 1995 itu.

Sekolah Persahabatan tersebut saat ini tercatat memiliki sekitar 790 pelajar dari tingkat taman kanak-kanak hingga sekolah menengah pertama.

Santo menambahkan, KBRI di Phnom Penh dan Komunitas Indonesia di Kamboja berkomitmen memastikan para pelajar di Sekolah Persahabatan Indonesia dan Kamboja punya fasilitas yang layak untuk belajar.

BACA JUGA: Bentuk Kepercayaan PBB, Delegasi Biro Komite Palestina Kunjungi Indonesia

BACA JUGA:Top Up Tokens Honor of Kings Bisa dengan Virtual Account BCA di myBCA!

“Siswa-siswi ini merupakan masa depan kerja sama bilateral Indonesia dan Kamboja,” tukasnya.

Hubungan diplomatik Indonesia dan Kamboja dimulai pada tahun 1959 dengan ditandatanganinya Dokumen Traktat Persahabatan Republik Indonesia dan Kerajaan Kamboja.

“Republik Indonesia juga akan memperingati 79 tahun kemerdekaan pada tahun ini,” tandas Santo.

Ketua Perhimpunan Masyarakat Indonesia di Kamboja (PERMIKA) Arik Mintorogo mengaku bangga menjadi bagian dari proyek yang bermakna ini.

BACA JUGA: Cita-cita Sejak Zaman Presiden Soeharto akan Terwujud di Papua

BACA JUGA:Bentuk Kepercayaan PBB, Delegasi Biro Komite Palestina Kunjungi Indonesia 

“Menghidupkan kembali sekolah ini tidak hanya memberikan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi para siswa tetapi juga memperkuat ikatan antara kedua negara kita,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *