TUJUANSATU.COM – Artikel mengenai cara mengenali gangguan penglihatan sejak dini ini ditinjau oleh: Dr. Kevin, SpM.
Di era digital saat ini, anak-anak sudah sangat akrab dengan gadget sejak usia dini.
Bermain game, menonton video, atau belajar melalui layar menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari.
Teknologi memang memberikan banyak manfaat, namun penggunaan gadget yang berlebihan dapat membawa dampak pada kesehatan mata anak.
Salah satunya adalah meningkatnya risiko gangguan penglihatan.
BACA JUGA: Jenis-Jenis Mata Juling dan Cara Penanganannya, Ditinjau oleh: Dr. Marsha Rayfa Pintary, SpM
BACA JUGA: Gerakan Skrining Mata Universal Lindungi Mata Anak
Sebagai orang tua, mengenali gangguan penglihatan sejak dini sangat diperlukan apalagi seringkali datang tanpa gejala yang jelas.
Gangguan Penglihatan yang Sering Terjadi pada Anak-Anak
Anak-anak sangat rentan terhadap gangguan penglihatan akibat faktor genetika, lingkungan, atau kebiasaan seperti penggunaan gadget yang berlebihan.
Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa di Indonesia, sebanyak 3,6 juta anak mengalami kelainan refraksi, dan jumlah ini berpotensi terus meningkat.
BACA JUGA: SMB IV Minta Pemkot Palembang Buka Ruang Diskusi Soal Penyelamatan Cagar Budaya
BACA JUGA: Mikha Tambayong Raih Penghargaan, Jadi Duta Pariwisata Taiwan
Diperkirakan 3 dari 4 anak dengan kelainan refraksi belum mendapatkan koreksi dengan kacamata.
Berikut adalah beberapa jenis gangguan penglihatan yang umum terjadi pada anak-anak di Indonesia:
Kelainan Refraksi
Kelainan ini mencakup rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan astigmatisme.
BACA JUGA: Samsung Innovation Campus Siap Cetak 4.500+ Ahli Coding dan AI di Indonesia, ini Buktinya!
BACA JUGA: Yuk! Spill Fitur Galaxy Tab S10 Ultra untuk Work Life Balance Efektif
