Seniman yang berasal dari Bali ini terinspirasi dari elemen-elemen yang sering ditemukan di tempat asalnya, seperti topeng, naga, dan bunga-bunga tropis.
Menurutnya, yang menjembatani Bali dengan The Mandalorian adalah topeng. Dalam budaya Bali, topeng digunakan dalam tarian-tarian tradisional, menggambarkan identitas karakter dalam sebuah pertunjukan.
Sedangkan dalam “Star Wars: The Mandalorian” pun, topeng juga menjadi elemen penting, yaitu identitas dari para Mandalorian, bangsa petarung.
4. Tommy Chandra – Pekanbaru
Tommy Chandra turut berpartisipasi dengan membuat karya seni yang terinspirasi dari ciri khas kota Pekanbaru seperti Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri, Kantor Gubernur Riau, gedung perpustakaan Soeman HS, dan tugu Zapin, sebagai latar belakang.
Ada juga beberapa motif Melayu Riau seperti Kuntum Bersanding dan Pucuk Bersusun sebagai hiasan di helm The Mandalorian.
Seniman asal Pekanbaru ini mengaku bangga dapat bergabung dalam kolaborasi ini. Agar dapat memperkenalkan seniman serta budaya lokal Indonesia kepada dunia.
5. Satriokk – Medan
Seniman asal Medan ini terinspirasi dari pengalaman masa kecil, kegiatan kesehariannya, serta hal-hal unik yang ada di Sumatera Utara.
Satriokk pun merasa tertantang ketika harus menyatukan genre fiksi “Star Wars: The Mandalorian” dengan kehidupannya di Medan, hingga akhirnya dapat membuat keseluruhan ilustrasi yang menakjubkan.
6. Ken & Amelia – Jakarta
Menjadi perwakilan dari ibukota, Ken dan Amelia membuat karya seni melalui penggabungan unsur “Star Wars: The Mandalorian” dengan beragam ciri khas Jakarta, seperti Monas, ondel-ondel, Patung Jenderal Sudirman, dan lain-lain.













