JAKARTA, TUJUAN.COM – Konversi Energi untuk Produksi yang Lebih Bersih dan Efisien, diterapkan oleh PT Hakaaston (HKA).
Konversi energi yang diterapkan anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero) ini dari bahan bakar minyak (BBM) ke Compressed Natural Gas (CNG), pada Asphalt Mixing Plant (AMP) Jabodetabek di Cileungsi, Jawa Barat.
Penerapan konversi energi tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Khususnya dalam aspek pengurangan emisi dan penggunaan energi bersih di sektor manufaktur konstruksi, sesuai dengan Peraturan Menteri BUMN No. PER-2/MBU/03/2023.
BACA JUGA: Program HK Hadir di Sumatera, Wujudkan Kemandirian Ekonomi dan Pendidikan Berkualitas
BACA JUGA: 2 Proyek RSUD Digarap HK di Kawasan Tengah dan Timur Indonesia, Disini Lokasinya
Konversi energi ini dipilih sebagai solusi atas tingginya beban biaya Bahan Bakar Minyak (BBM), yang selama ini menjadi salah satu komponen terbesar dalam struktur biaya produksi.
Melalui penerapan konversi CNG sebagai sumber energi alternatif, HKA menargetkan efisiensi sebesar 5% pada struktur biaya produksi.
Hasil implementasi menunjukkan bahwa realisasi efisiensi berhasil melampaui target, dengan penurunan biaya mencapai 5,7%, sekaligus mendukung keberlanjutan operasional di seluruh wilayah operasional.
Direktur Operasi HKA, Martin Nababan, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari transformasi strategis perusahaan dalam menciptakan sistem produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
BACA JUGA: Progres Tol Betung-Jambi Seksi IV Capai 68 Persen, HK Kejar Target Penyelesaian
BACA JUGA: HK Kebut Pemeliharaan Jalan Tol Trans Sumatera, Antisipasi Lonjakan Arus Mudik 2025
“Kami menyadari bahwa tantangan efisiensi energi bukan hanya soal penghematan biaya, tetapi juga tanggung jawab terhadap lingkungan dan masa depan industri konstruksi.
Konversi ke CNG adalah langkah konkret kami untuk menciptakan sistem produksi yang berkelanjutan dan kompetitif,” ujar Martin.










