Temuan lainnya dari laporan SiteMinder menunjukkan bahwa:
1. Properti di Indonesia memiliki tingkat pembatalan pemesanan terendah di dunia pada 2024, yaitu hanya 12%–delapan poin di bawah rata-rata global.
2. Singkatnya pemesanan reservasi dalam menit-menit akhir sebelum check-in tercatat lebih mahal, dengan 90% pemesanan untuk 1 atau 2 malam, menempatkan Indonesia pada posisi ketiga di Asia untuk tren ini, setelah Malaysia dan Taiwan.
Booking window di Indonesia juga 11 hari lebih pendek dibandingkan rata-rata global, yaitu 21 hari.
BACA JUGA: 5 Komitmen Nyata BRI Dorong Peningkatan Kualitas dan Daya Saing UMKM
BACA JUGA: HKA Kejar Pendapatan hingga Rp1,5 Triliun pada 2025
3. Permintaan dari wisatawan internasional tetap kuat, dengan 55% tamu berasal dari luar negeri.
Menanggapi temuan ini, Rio Ricaro, Country Manager untuk SiteMinder di Indonesia mengatakan, peningkatan tarif rata-rata yang stabil sepanjang tahun 2024 menunjukkan permintaan yang kuat dan berkelanjutan.
“Permintaan yang kuat dan berkelanjutan terhadap kekayaan budaya yang unik, keindahan alam, dan pengalaman beragam di Indonesia, didukung oleh tingkat pembatalan yang sangat rendah secara global,” ulas Rio.
Tren ini sambung Rio mencerminkan pasar hotel lokal yang berkembang pesat dan kompetitif.
BACA JUGA: 36 Tahun Tak Tergeser! PDB Guangdong Melebihi 14 Triliun Yuan pada Tahun 2024







