“Tahun ini kami optimis angka itu akan bertambah,” timpal Suryo Suwignjo, Direktur Operasi PT Titan Infra Energy, holding TIS.
Lebih jauh Suryo menjelaskan, revenue atau pendapatan TIS berkait langsung dengan seberapa besar komoditi utama yang diangkut yaitu batubara melewati jalan hauling SLR dan yang dikapalkan SDJ.
Tahun ini, misalnya, besaran batubara yang lewat dan dikapalkan TIS sebanyak 21 juta ton, meningkat sekitar 15 persen dari tahun 2023 yang sebesar 18 juta ton.
Dan tahun depan diperkirakan menjadi 27 juta ton.
Yang menarik, Victor menambahkan, sejak tahun ini, PT Bukit Asam Tbk, mulai mengirimkan produksi batubara mereka melalui jalur dan pelabuhan batubara TIS.
Tentu ini membawa angin segar bagi perusahaan. Victor meyakini, batubara Bukit Asam yang melewati jalan TIS dari tahun ke tahun akan terus bertambah.
Apalagi di tengah harga batubara yang relatif stabil di harga US 125 dolar per ton.
Bahkan untuk mengantisipasi terjadi bottle neck, penyumbatan di jalur lalu lintas, akibat lonjakan angkut dan pengapalan itu, tahun ini TIS sudah menambah jumlah pelabuhan dari 2 menjadi 3 pelabuhan dengan 5 konveyor.
BACA JUGA:4 Kabupaten di Sumatera Selatan Dikucur CSR 2 Anak Perusahaan Titan Group, ini Penampakannya
Rencananya, tahun 2025 mendatang bakal menambah 1 konveyor lagi.
Victor optimistis masa depan perusahaannya cemerlang di masa depan.







