Dalam beberapa bulan pertama saja, fitur ini digunakan oleh 92 persen pengguna.
Bukan sekadar angka—ini adalah bukti bahwa masyarakat menginginkan teknologi yang praktis, cepat, dan relevan.
Namun, tak semua orang punya akses ke teknologi seperti itu.
Di masa lalu, fitur AI hanya ada di perangkat premium yang tak semua orang mampu miliki.
BACA JUGA:Jajaki Minat Investasi, Taipei Economic and Trade Office kunjungi Nusantara
BACA JUGA:Patrick Kluivert Panggil 32 Pemain, Lilipaly Kembali ke Timnas
Inilah paradigma yang kami ingin ubah.
Melalui Galaxy A56 5G, Galaxy A36 5G, dan Galaxy A26 5G—kami membawa teknologi AI ke lebih banyak kalangan.
Ini bukan hanya soal penjualan, tapi komitmen untuk mengurangi kesenjangan digital dan membuka peluang lebih luas.
Generasi muda, terutama Gen Z, jadi aktor utama dalam gelombang adopsi AI.
BACA JUGA:5 Cara Bikin Kerja Lebih Efisien dengan Galaxy Tab S10 FE
BACA JUGA:Mikael Aldo Rangkai Imajinasi dan Emosi Lewat Photobook Perdananya: PROPHECY
Teknologi AI di smartphone tidak lagi sebatas produktivitas, kini menjadi pendorong kreativitas, khususnya bagi generasi muda yang sangat aktif di media sosial.
Melalui fitur seperti Best Face dan Auto Trim yang kini hadir di Galaxy A56 5G, serta fitur Object Eraser yang sudah tersedia di Galaxy A56 5G, Galaxy A36 5G, dan Galaxy A26 5G.













