Memang sebelumnya, Candi Sewu empat tertimbun tanah dan terlupakan selama bertahun-tahun.
Baru pada abad ke-19, candi ini ditemukan kembali oleh para peneliti Belanda.
Proses pemugaran dilakukan oleh pemerintah Indonesia sejak abad 20, untuk mengembalikan keindahan arsitektur asli dari Candi Sewu.
Sama dengan candi-candi kebanyakan, bagian tubuh Candi Sewu pun dihiasi relief.
BACA JUGA:Jangan Langsung Ganti Aki! Ini 5 Penyebab Lampu Motor Bermasalah
BACA JUGA:Nafsu Makan Menurun Saat Puasa? Ini 5 Cara Ampuh Mengatasinya
Karena Candi Sewu merupakan bangunan agama Budha, maka relief yang menghiasinya pun terkait cerita Buddha, termasuk kisah Jataka dan ajaran moral Buddha.
Sehingga, Candi Sewu merupakan contoh arsitektur Mandala yang melambangkan alam semesta dalam Buddhisme.
Mengunjungi Candi Sewu bukan hanya sekadar melihat bangunan kuno, tetapi juga merasakan keagungan sejarah dan budaya Buddha di Jawa Tengah.
Keindahan arsitektur, relief yang menceritakan kisah Buddha, dan suasana mistis dari ribuan candi perwara membuat pengalaman berwisata di sini menjadi lebih lengkap dan berkesan.
BACA JUGA:Sambut Awal Tahun 2026, Otorita IKN Hadirkan Pagelaran Seni dan Permainan Rakyat
BACA JUGA:6 Kuliner Khas Manado yang Bikin Kamu Ketagihan
Bagi siapa pun yang berada di Yogyakarta atau sekitarnya, Candi Sewu menjadi destinasi yang tidak boleh dilewatkan.







